Puisi Alumni Hati "Ad Libitum"
puisiyogiriyansyah
Ad Libitum
11 Januari 2019
yogi riyansyah
puisi ini yang berjudul "Ad Libitum" adalah puisi pembuka untuk kumpulan puisi "Alumni Hati". karya : Yogi Riyansyah.
Ad Libitum
---
Saat usia remaja, awal
perjumpaan kita
Awal kita untuk bertatap muka
Awal muka bertemu mata, menatap wajah
Berjumpa rupa elok, senyum manis
Sembir bibir simetris.
Awal kita untuk bertatap muka
Awal muka bertemu mata, menatap wajah
Berjumpa rupa elok, senyum manis
Sembir bibir simetris.
Awalnya aku menyebutmu kata,
lama-lama
Kau berganti nama, menjadi rasa,
Dan rasa melangkah pada arah ia berubah
Sampai cinta singgah dalam sebuah cerita.
Kau berganti nama, menjadi rasa,
Dan rasa melangkah pada arah ia berubah
Sampai cinta singgah dalam sebuah cerita.
---
---
Ku tatap matamu, ada sorot
cahaya berkilau
Ku tatap pipimu, ada ruah
megah
untuk singgah.
untuk singgah.
Ku tatap bibirmu, ada simfoni
lembut
yang ingin selalu ku usut,
meski suara tak mampu di indra.
yang ingin selalu ku usut,
meski suara tak mampu di indra.
Ku tatap keningmu, Penuh
sesak dan penat.
Ku lihat wajahmu, kau seorang pemikir jelih
demi menyambung dalih.
Ku lihat wajahmu, kau seorang pemikir jelih
demi menyambung dalih.
---
---
Setiap kali bertemu
denganmu,
kusiapkan kopi agar mata selalu terbuka,
untuk meresapi senyummu.
kusiapkan kopi agar mata selalu terbuka,
untuk meresapi senyummu.
Setiap kali bertemu
denganmu,
kusiapkan kopi agar putihmu
bersatu dengan hitam pekat ampas kopi.
kusiapkan kopi agar putihmu
bersatu dengan hitam pekat ampas kopi.
Setiap kali bertemu
denganmu,
kusiapkan kopi agar alibi mudah ku temui.
kusiapkan kopi agar alibi mudah ku temui.
Selain kopi, bertemu
denganmu
kusiapkan juga angan,
agar tangan mampu mengangkat
senyummu berpindah dihalaman kalbu.
kusiapkan juga angan,
agar tangan mampu mengangkat
senyummu berpindah dihalaman kalbu.
---
---
Kususuri jalan menuju
rumahmu,
kutinggali jejak pada jalan setapak,
agar kau tau aku sedang bergegas
menuju alamat rumahmu.
kutinggali jejak pada jalan setapak,
agar kau tau aku sedang bergegas
menuju alamat rumahmu.
Kususuri jalan menuju
rumahmu,
ku temui padang ilalang,
semua bermula indah,
sebelum duri menancap di kaki.
ku temui padang ilalang,
semua bermula indah,
sebelum duri menancap di kaki.
Kusisir jalan menuju
rumahmu,
jalan penuh lika-liku,
rasa sulit melilit seluruh tubuh
Tapi aku tak mau menyerah,
tetap terus melangkah.
jalan penuh lika-liku,
rasa sulit melilit seluruh tubuh
Tapi aku tak mau menyerah,
tetap terus melangkah.
---
---
Dimana aku temukan
terangmu,
mata terbuka serasa tertutup
hanya cahaya redup
nampak dalam kelopak.
mata terbuka serasa tertutup
hanya cahaya redup
nampak dalam kelopak.
Dimana aku temukan
terangmu,
saat telinga jarang mendengar suaramu.
saat telinga jarang mendengar suaramu.
Dimana aku temukan
terangmu,
saat bibirku rajin menyebut namamu
dalam setiap denyut, tapi sapaanku
belum juga kau saut
Kita pun belum saling bertaut
saat bibirku rajin menyebut namamu
dalam setiap denyut, tapi sapaanku
belum juga kau saut
Kita pun belum saling bertaut
---
---
Perjuangku
masih panjang,
aku akan tetap menerjang terjang
untuk menang
Menangkan hatimu,
mendapatkan cintamu.
Untuk ku salin
di laman masa depanku
Dan aku bahagia pada usia senja.
---
aku akan tetap menerjang terjang
untuk menang
Menangkan hatimu,
mendapatkan cintamu.
Untuk ku salin
di laman masa depanku
Dan aku bahagia pada usia senja.
---
11 Januari 2019
yogi riyansyah
Ulasan ini telah dialihkan keluar oleh pengarang.
BalasPadamMaksudnya gimana kak ?
Padamtetep semangat dalam berproses untuk menggapai cita-citamu.. udah bagus.. terus kembangkan bakatmu jangan putus asa.. semoga cepet terbit buku kumpulan puisimu
BalasPadamAminnnn.......
PadamMakasih ya mbak azizah, atas doanya